Analisis Kinerja Keuangan Pada Sektor Pertambangan yang Terdaftar Dibursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2019-2023
Kata Kunci:
Analisis rasio profitabilitas perusahaan pertambangan di BEI periode 2019-2023Abstrak
Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan negara. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat banyak perusahaan pertambangan yang terdaftar dan diperdagangkan. Kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan dan prospek industri pertambangan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2019–2023 dengan menggunakan analisis rasio keuangan, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan sektor pertambangan. Rasio keuangan yang digunakan meliputi rasio likuiditas (Current Ratio & Quick Ratio), rasio leverage (DER, LTDtER, LTDtAR, LTDtFAR, TIE), rasio profitabilitas (ROA dan ROE), serta rasio pertumbuhan (Penjualan & Laba Bersih). Berdasarkan kinerja keuangan perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama lima tahun terakhir, dari tahun 2019 hingga 2023, dapat disimpulkan kondisi kinerja keuangan perusahaan sebagai standar industri, di mana current ratio berada pada dua kali lipat. Rata-rata current ratio dari 3 perusahaan selama periode tersebut adalah 1,89 kali, yang berada di bawah standar industri. Current ratio terendah dimiliki oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk, yaitu sebesar 0,33 kali. Sedangkan current ratio tertinggi dimiliki oleh PT Vale Indonesia Tbk, dengan rata-rata sebesar 5,65 kali. Secara umum, kondisi ini dianggap baik karena berada di atas rata-rata industri.

