Konstruksi Makna Laba dari Konsep Spiritualisme Piutang
Kata Kunci:
Piutang, LabaAbstrak
Pengukuran dan pelaporan laba cenderung didominasi oleh sudut pandang materialisme, dimana laba dilihat semata-mata sebagai selisih antara pendapatan dan biaya. Namun, dalam perspektif spiritual, konsep laba memiliki dimensi yang luas dan mendalam. Artikel karya (Minu, 2019) menjelaskan pandangan bahwa laba tidak hanya terbatas pada aspek material. Sebaliknya, laba juga bisa dipahami melalui perspektif alternatif, yaitu aspek spiritual (keuntungan suatu bisnis dilihat dari sisi Allah SWT), artinya laba harus menerapkan keseimbangan antara bisnis dan menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual didalamnya. Dalam ajaran islam, laba bukan hanya mengenai keuntungan finansial, tetapi juga mencakup keuntungan spiritual dan moral. Salah satu cara memahami hal ini adalah melalui konsep “Piutang” atau “Pinjaman”, yang dalam ajarannya terkait erat dengan amal kebajikan dan sedekah. Piutang dalam perspektif islam dianggap seperti sikap dermawan karena mereka yang memiliki sikap ini adalah mereka yang menjunjug tinggi sikap saling tolong-menolong antar sesama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, dan data sekunder didapatkan dari studi literatur, yaitu Al-Qur’an, Al-Hadist, dan jurnal terkait penelitian.

