ANALISIS PREDIKSI FINANSIAL DISTRESS 10 PERUSAHAAN MANUFAKTUR DOMESTIK YANG TERDAFTAR DI BEI
Kata Kunci:
Financial Distress, Altman Z-Score, Kebangkrutan, Perusahaan Manufaktur, BEIAbstrak
Penelitian ini menganalisis prediksi financial distress pada 10 perusahaan manufaktur domestik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan model Altman Z-Score. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tingkat risiko kebangkrutan berdasarkan lima variabel keuangan: Working Capital to Total Assets (X1), Retained Earnings to Total Assets (X2), EBIT to Total Assets (X3), Market Value of Equity to Book Value of Debt (X4), dan Sales to Total Assets (X5). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel purposif dari laporan keuangan auditan periode 2021–2024. Hasil penelitian menunjukkan variasi kondisi keuangan perusahaan: (1) Zona Aman: PT CAMP dan ESIP memiliki Z-Score stabil di atas 2,99 didukung solvabilitas (X4) dan efisiensi aset (X5) yang kuat; (2) Zona Abu-Abu: PT MOLI, INTP, dan KIAS fluktuatif di sekitar ambang batas 2,99, dengan ketergantungan pada perbaikan likuiditas (X1) dan profitabilitas (X3); (3) Zona Berbahaya: PT IMAS, BIMA, TIRT, NIKL, dan ESTI konsisten memiliki Z-Score di bawah 1,81 akibat likuiditas negatif dan solvabilitas rendah.
Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya restrukturisasi utang, optimalisasi arus kas, dan peningkatan efisiensi operasional bagi perusahaan berisiko. Bagi investor dan regulator, temuan ini dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan strategis. Penelitian juga memperkaya literatur mengenai aplikasi Altman Z-Score di sektor manufaktur Indonesia.

