Mendorong Keberlanjutan UMKM Etnis Tionghoa melalui Penerapan Prinsip Cengli, Cincai, dan Cuan sebagai Model Bisnis yang Etis

Penulis

  • Khairina Hamidah Nusa Putra University
  • Rifqy Kurniawan Nusa Putra University

Kata Kunci:

Cengli, Cincai, Cuan, Praktik Akuntansi, Praktik Bisnis, Keberlanjutan usaha

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip 3C (Cengli, Cincai, dan Cuan) dalam praktik bisnis serta akuntansi pada UMKM etnis Tionghoa di Kawasan Pecinan Odeon Kota Sukabumi sebagai upaya membangun model bisnis yang etis dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan teori aksi yang dikemukakan oleh Parsons (1949) yang berfungsi untuk memahami tindakan para pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus configurative- ideographic. Pengumpulan data dilakukan melalui sumber primer dengan wawancara terarah dan observasi tidak terstruktur, sementara sumber sekunder diperoleh dari junal ilmiah yang dapat mendukung penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip cengli, cincai, dan cuan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan bisnis dan praktik akuntansi UMKM etnis Tionghoa. Prinsip cengli diwujudkan melalui kejujuran dan keadilan dalam menjalankan bisnis serta pencatatan transaksi, sekaligus mencerminkan sikap yang rasional dengan pertimbangan matang dalam meraih keuntungan. Prinsip cincai terlihat dalam sikap fleksibel, baik dalam proses negosiasi maupun dalam penyusunan laporan keuangan. Sementara itu, prinsip cuan dipahami tidak hanya sebagai keuntungan materiil, tetapi juga mencakup penggunaan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan yang mendukung keberlanjutan usaha. Secara keseluruhan, penerapan prinsip cengli, cincai, dan cuan terbukti telah membantu para pelaku UMKM etnis Tionghoa dalam menjalankan bisnisnya secara etis sekaligus menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keberlanjutan usaha.

Unduhan

Diterbitkan

14-07-2025