MEMBANGUN KARAKTER SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA YANG BERWAWASAN SYARIAH MERUPAKAN ASPEK PENTING DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA).

Penulis

  • Muhamad Zildan

Abstrak

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, penelitian ini berupaya mengkaji karakteristik sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berbasis syariah. Informasi yang digunakan adalah informasi kualitatif.dikumpulkan dari buku dan sumber ilustrasi lainnya. Strategi yang diterapkan adalah strategi kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan mendalam berbasis syariah untuk penelitian sastra pada beberapa elemen sumber daya manusia Indonesia MEA. Internalisasi penguatan tauhid (tawhid) sebagai prinsip inilah yang membuat temuan ini menarik.Pilar-pilar dasar yang di atasnya semua praktisi, pemerhati, dan kelompok ekonomi dibangun adalah:
1. pengusaha
2. Pemilik mod
3.Konsumen
4.Buruh.
Lebih-lebih lagi, Kompetensi dan budaya syariah secara substansial mendorong proses pembentukan kebiasaan di antara semua pihak terkait, termasuk pemerintah sebagai pembuat kebijakan; khususnya mereka yang mendukung terwujudnya MEA seperti yang dibayangkan. Pemerintah juga berfungsi sebagai pihak yang mengusulkan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini relevan untuk menjelaskan bagaimana mengembangkan karakter sumber daya manusia Indonesia yang taat hukum syariah ketika berinteraksi dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di ASEAN. Temuan baru
dari penelitian ini adalah internalisasi menjadikan tauhid sebagai landasan utama bagi semua praktisi, pemerhati, dan masyarakat ekonomi yang terdiri dari
1. pedagang atau pemilik usaha.
2. Pemilik modal
3. Konsumen.
4. Tenaga kerja dalam masyarakat Indonesia

Unduhan

Diterbitkan

02-01-2023