Pengaruh Current Ratio dan Debt to Asset Ratio terhadap Return on Assets pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2023
Kata Kunci:
Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Return on AssetAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Return on Asset (ROA) pada perusahaan manufaktur subsektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2023. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan tingkat profitabilitas antarperusahaan yang tercermin dari fluktuasi nilai ROA. Current Ratio digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan, sedangkan Debt to Asset Ratio digunakan untuk mengukur tingkat solvabilitas perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 69 observasi yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset dengan nilai signifikansi sebesar 0,678 > 0,05. Debt to Asset Ratio juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset dengan nilai signifikansi sebesar 0,586 > 0,05. Secara simultan, Current Ratio dan Debt to Asset Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset dengan nilai signifikansi sebesar 0,822 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,006 menunjukkan bahwa Current Ratio dan Debt to Asset Ratio hanya mampu menjelaskan variasi Return on Asset sebesar 0,6%, sedangkan sisanya sebesar 99,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan subsektor industri dasar dan kimia kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

