Analisis Literasi Keuangan dan Praktik Self-Reward pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Nusa Putra (Evidence Gap dari Literasi dan Self-Reward)
Kata Kunci:
Literasi_Keuangan, Self_Reward, Mental_Accounting, Disonansi_Kognitif, Akuntansi_KeperilakuanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membedah fenomena kontradiksi antara tingkat literasi keuangan kognitif dengan perilaku konsumsi praktis berupa self-reward pada mahasiswa akuntansi Universitas Nusa Putra. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci yang mewakili lima jalur karakteristik mahasiswa, yaitu jalur beasiswa, karyawan, aktivis organisasi, prestasi, dan reguler. Reduksi data dilakukan secara sistematis dibantu perangkat lunak NVivo 15 dengan mengintegrasikan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena kelumpuhan literasi keuangan sementara ketika mahasiswa dihadapkan pada tekanan emosional, seperti beban ujian, kejenuhan kerja, dan tuntutan eksistensi sosial. Strategi mental accounting melalui pemisahan saldo dompet digital (e-wallet) terbukti bersifat semu dan mudah jebol akibat longgarnya kontrol arus kas keluar serta tiadanya kedisiplinan pencatatan harian. Rasa bersalah pasca-belanja impulsif diredam melalui mekanisme pertahanan psikologis berupa rasionalisasi kelangkaan momen, yang kemudian memaksa mahasiswa menerapkan pembatasan anggaran secara ekstrem di akhir periode sebagai bentuk pemulihan kas pribadi. Laporan ini merekomendasikan pentingnya integrasi aspek psikologi keuangan (financial psychology) dalam kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

